Tampilkan postingan dengan label Jurnal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Januari 2013

ALGAE SPIRULINA SP. OIL EXTRACTION METHOD USING THE OSMOTIC AND PERCOLATION AND THE EFFECT ON EXTRACTABLE COMPONENTS

Alga dipandang sebagai bahan baku baru yang berpotensi menghasilkan minyak dengan jumlah yang cukup
besar. Selain itu, minyak alga tidak bersaing sebagai komoditi pangan. Spirulina Sp. atau ganggang hijau-biru
dipilih dikarenakan waktu panennya sangat singkat dan memiliki kandungan lipid cukup tinggi dibandingkan
dengan jenis alga yang lain. Selain itu karakteristik kondisi lingkungan tempat hidup Spirulina Sp. sesuai
dengan kondisi cuaca di Indonesia, yaitu pH cenderung basa, suhu 20-40oC. Metode osmotik dipilih mengingat Spirulina Sp. adalah makhluk hidup mikrokopis multi sel yang memiliki membran semipermiabel yang rentan terhadap perubahan tekanan osmotik. Asam klorida dipilih sebagai pelarut karena kedua jenis larutan diatas memiliki tekanan osmotik cukup tinggi sehingga dapat dengan mudah merusak membran semipermiabel yang ada. Metode perkolasi juga dipilih sebagai salah satu metode pembanding, dimana metode ini banyak digunakan sebagai metode rujukan untuk merecovery senyawa-senyawa atsiri bernilai tinggi dibidang farmasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi minyak alga dengan pelarut etanol (99,8%) (77,236%-berat)
memberi yield minyak lebih besar dibandingkan dengan pelarut HCl 5 M (71,218%-berat). Semakin banyak
volume pelarut yang digunakan, semakin lama waktu pengadukan, dan semakin tinggi molaritas larutan maka
semakin meningkat perolehan yield minyak. Kadar air pada fase hidroalkoholik dan waktu perendaman mempengaruhi perolehan yield minyak untuk pelarut etanol (99,8%). Kadar air 37,63% pada fase hidroalkoholik memberi yield minyak sebesar 76,584%-berat.Jenis pelarut yang digunakan turut mempengaruhi komposisi komponen-komponen terekstrak, khususnya FA, MG, GD, dan TG, dan komponen zat warna Spirulina Sp. yang terekstrak.
Keywords : Alga; Ekstraksi; Osmotik; Perkolasi; Spirulina Sp.; Minyak alga.

Silahkan download jurnal ini :  Disini

PENURUNAN KOSENTRASI SURFACTAN PADA LIMBAH DETERGEN DENGAN PROSES PHOTOKATALITIK SINAR UV

Fotokimia telah banyak digunakan sebagai alternative pengolahan air. Reaksi fotokimia adalah reaksi-reaksi kimia yang diinduksi oleh cahaya baik secara langsung maupun tidak langsung. Konversi cahaya menjadi energy kimia atau listrik merupakan prinsip dasar fotokimia. Untuk mempercepat reaksi konversi diperlukan adanya katalis yang disebut fotokatalis. Katalis akan atif apabila memperoleh energy cahaya. Dalam proses fotokimia akan terbentuk hidroksil radikal yang akan menurunkan senyawa organic di dalam air limbah seperti surfactant dalam limbah detergen layanan cuci (laundry) yang sulit didegradasi. Dalam proses penurunan kosentrasi surfactant digunakan katalis Titanium Dioksida( TiO2) dengan sumber cahaya yng digunakan adalah lampu UV yang divariasi yaitu 15 watt, 30 watt dan 36 watt .Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan penurunan kosentrasi surfactant dalam limbah detergen laundry, factor-factor yang ditinjau daya lampu, lama penyinaran, dan berat TiO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemapuan penurunan kosentrasi yang terbaik menggunakan TiO2 sebanyak 2,2 gr dengan hasil 95,6 % pada waktu 2,5 jam dan daya lampu 36 watt.
Kata kunci : Fotokimia, fotokatalitik, surfactant

Silahkan download jurnal ini : Disini

KONVERSI GLISEROL DENGAN GELOMBANG MIKRO SECARA BATCH

Saat ini dunia mengalami krisis energi yang berasal dari sumber tak terbaharukan, tidak terkecuali Indonesia. Sehingga perlu suatu upaya untuk mencari sumber energi alternatif dari sumber yang terbaharukan. Salah satu sumber energi alternatif yaitu biodiesel yang dapat diperoleh dari sumber nabati yaitu kelapa sawit, kedelai, jarak, nyamplung ataupun tumbuhan yang lainnya. Peningkatan produksi biodiesel diikuti dengan meningkatnya produk samping biodiesel yaitu gliserol. Penelitian ini bertujuan mempelajari konversi gliserol secara batch menggunakan gelombang mikro yaitu dengan melihat pengaruh daya dan waktu pemanasan microwave terhadap yield produk cair yang dihasilkan. Larutan gliserol dengan rasio massa gliserol terhadap air 1:9 dimasukkan pada reaktor yang terbuat dari gelas. Reaktor ditempatkan pada microwave oven dengan power dan waktu pemanasan tertentu. Produk liquida yang dihasilkan dianalisa dengan GC dan GC-MS. Produk konversi gliserol adalah allil alkohol, metanol, serta beberapa produk yang tidak teridentifikasi. Semakin besar daya microwave semakin besar yield etanol yang didapatkan, demikian pula semakin lama waktu pemanasan microwave semakin besar yield etanol yang diperoleh. Yield etanol yang paling besar pada daya 600 W, selama 15 menit yaitu sebesar 6,764%.
Kata Kunci: Degradasi Gliserol, Gelombang mikro

Silahkan download jurnal ini : Disini

OPTIMASI PEMANFAATAN ENERGI AMPAS DI PABRIK GULA

Availibility of world fossil energi will continue scarce and progressively costly. The situation will affect to sugar production cost, specially at SF which still insuffiency of bagasse and burn oil. Insuffiency of bagasse in SF righteously can overcome because sugar cane have enough bagasse content for boiler fuel, with balance installation, efficient equipments, amount and quality of sugar cane milled which is adequate, hence in SF can be obtained excess of bagasse or energy which is useful for raw material of industry.
Key words : Energy crisis, sugar factory (SF), cane bagasse, steam generation, steam use, energy efficiency.

Silahkan download jurnal ini : Disini

PRODUKSI BIOETHANOL DARI RUMPUT GAJAH SECARA KIMIA

Availability of bulrush can be obtained by continue and abundance, representing one the less exploited crop.
Bulrush only used as livestock food, sometimes bulrush also considered to be intruder crop. But bulrush have
cellulose rate, glucose, extract able to be used as one the ethanol producer materials. Obtained Ethanol rate
from study produce bio ethanol from bulrush between 23-28 %, to increase purity of ethanol rate conducted by dissociation use batch distillation. Research produces bio ethanol from bulrush chemically to look for bio
ethanol alternative raw material and study sour hydrolysis process and fermentation. In research produce bio
ethanol from bulrush chemically to process hydrolysis at condition remains to: temperature 30oC, water 7 liters, hydrolysis time 1hour and condition change: bulrush weight 50, 100, 150, 200, 250, 300 (gram), HCL
condensation volume 10, 20, 30, 40, 50(ml). Is then continued by fermentation process at condition remain to: temperature 30oC, pH 4.5; fermentation volume 500 ml and condition change: fermentation time 4, 5, 6, 7, 8 (day), starter 8 %, 10 %, 12 %. From research produces bio ethanol from bulrush chemically obtained [by] result, [at] best glucose rate hydrolysis process 26.29 %, bulrush weight 200 gram. At best condition ferment process use saccharomyces cerevisiae starter 10 % during 6 day, yielding ethanol equal to 27.71 % and glucose rate is rest of 8.09 %. To obtain get purity ethanol product to process separation of continuation with batch distillation, after conducted separation continue to be obtained ethanol rate (90-95) %. From result is obtained that is ethanol rate (90-95) %, bulrush can be used as alternative raw material making of bio ethanol. But for the standard of bio ethanol that is ethanol rate above 98 %, so that require to furthermore process.
Keyword: bio ethanol, fermentation, hydrolysis, purification, bulrush

Silahkan download jurnal ini : Disini

PEMBUATAN ETANOL DARI BUAH MENGKUDU

Mengkudu merupakan tanaman serba guna, banyak jenis produk yang bisa dikembangkan dari akar, batang, daun, maupun buahnya.Pada buah mengkudu mempunyai kandungan karbohidrat sebanyak 51,67 gr. Dengan adanya kandungan karbohidrat tersebut memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi etanol. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kondisi proses yang terbaik pada pembuatan etanol dengan bahan baku buah mengkudu.
Etanol yang dihasilkan diperoleh dengan memanaskan larutan buah mengkudu dengan HCl 0,4 N dalam labu leher tiga sebagai proses hidrolisis, sehingga didapat kadar gula sebesar 8,23%. Selanjutnya, dapat dibuat media fermentasi dari larutan gula hasil hidrolisis yang ditambahkan volume starter pada rentang : 4- 12%. Kemudian difermentasi sesuai dengan variasi waktu antara : 24 - 72 jam. Larutan hasil fermentasi tersebut dipisahkan dengan cara distilasi, suhu dijaga 80ÂșC. Hasil etanol yang terbesar diperoleh pada waktu fermentasi 60 jam, penambahan volume starter 10% dengan kadar etanol = 6,24 %.
Kata Kunci : Fermentasi ,Hidrolisis, mengkudu , Saccharomyces cerevisiae, Etanol .

Silahkan download jurnal ini : Disini

BIOSORPSI LOGAM Cu(II) DAN Cr (VI ) PADA LIMBAH ELEKTROPLATING DENGAN MENGGUNAKAN BIOMASA PHANEROCHAETE CHRYSOSPORIUM

Limbah logam berat banyak terdapat didalam beberapa limbah industri kimia, misalnya pada industri
electroplating, metalurgi, smelting dan lain-lain. Pada limbah industri electroplating tersebut mengandung logam berat tembaga dan kromium yang dapat menyebabkan pencemaran apabila dibuang melebihi ambang batas yang diperbolehkan.
Metode penelitian ini dimulai dengan mengembangbiakkan jamur Phanerochaete Chyrsosporium dalam media cair dengan komposisi pepton 20 gr/ltd an 40 gr/lt glukosa yang diinkubasi pada suhu 350C selama 6 hari. Langkah selanjutnya adalah mengambil 200 ml limbah yang konsentrasi Cu2+ 5,7 mg/ltd an konsentrasi Cr6+ 137 mg/lt dan pH 3,15 . Limbah dinaikkan pH nya menjadi 5 dengan menitrasi NaOH 0,1N sebanyak 93,9 ml kemudian ditambahkan dengan adsorban sebanyak 10,20,30,40 dan 50 ml dan menginkubasi selama 90,120,150,180 dan 210 menit. Kemudian larutan disaring dan filtrate dianalisa dengan spectrophotometer.
Hasil penelitian diperoleh kondisi terbaik pada volume adsorban 50 ml dan waktu adsorpsi 210 menit konsentrasi Cu2+ : 0,414 mg/lt dan konsentrasi Cr6+ adalah 0,381 mg/lt.
Kata kunci : biosorpsi, Phanerochaete, Chrysosporium.

Silahkan download jurnal ini : Disini

PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL DENGAN METODE PENGGARAMAN

Minyak kelapa merupakan minyak nabati yang dihasilkan dari daging buah kelapa. Berdasarkan kandungan asam lemaknya minyak kelapa digolongkan kedalam minyak asam laurat karena kandungan asam lauratnya paling besar (44%-52%) dibandingkan dengan asam lemak lainnya. Virgin coconut oil (VCO) merupakan minyak kelapa murni yang terbuat dari daging kelapa segar yang diolah tanpa pemanasan, sehingga kandungan yang penting dalam minyak tetap dapat dipertahankan. Metode penelitian yang dijalankan yaitu dengan menambahkan garam CaCO3 (0,1,2,3,4 gram) kedalam krim santan 200 gram, kemudian diaduk dan didiamkan selama (2,3,4,5,6 hari). Setelah itu minyak diambil dan dianalisa kandungan asam laurat.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik didapat pada penambahan garam CaCO3 sebesar 4 gram dalam 6 hari dengan jumlah minyak yang didapat sebanyak 69,907 gram dengan kadar asam laurat sebesar 46,2%.
Kata Kunci : VCO(Virgin Coconut Oil), Metode Penggaraman

Silahkan download jurnal ini : Disini

PROTEKSI KATODIK DENGAN ANODA TUMBAL SEBAGAI PENGENDALI LAJU KOROSI BAJA DALAM LINGKUNGAN AQUEOUS

Proteksi katodik merupakan salah satu metoda pengendalian laju korosi secara termodinamika dengan cara
memperlakukan struktur logam sebagai katoda. Metode ini dilakukan dengan jalan mengalirkan arus listrik searah melalui elektrolit ke logam sehingga potensial antar muka logam - larutan elektrolit turun menuju daerah immunnya atau sampai nilai tertentu sehingga laju korosi logam di perbolehkan/minimum. Proteksi katodik dengan metoda anoda tumbal diteliti secara elektrokimia.Penelitian dilakukan pada baja AISI SAE 1018 dalam lingkungan larutan NaCl 3,5% dengan waktu pencelupan 168 s/d 840 jam dengan anoda tumbal Al dan Zn.Dari data analisa dengan metoda kehilangan herat,anoda Al mampu menurunkan laju korosi baja sampai dengan 82 % dan Zn 50%
Kata kunci : Proteksi katodik, anoda tumbal

Silahkan download jurnal ini : Disini

PROSES PERENGKAHAN ASAM OLEAT BASIS MINYAK SAWIT MENJADI FRAKSI GASOLINE DENGAN KATALIS HZSM-5

Berbagai sumber energi baru yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan dapat diandalkan adalah
berasal dari berbagai jenis minyak nabati (minyak sawit, minyak jarak pagar, minyak kedelai, dll), sehingga
dapat mensubtitusi minyak tanah yang selama ini digunakan oleh masyarakat.
Pemilihan minyak kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif sangat tepat dilakukan di Indonesia karena
Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia. Pembuatan bahan bakar yang dihasilkan dari minyak sawit telah diteliti lebih ramah lingkungan karena mengurangi potensi pencemaran yang terjadi pada saat pembakaran. yaitu bebas dari nitrogen dan sulfur. Minyak sawit memiliki rantai hidrokarbon panjang yang memungkinkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati.
Tujuan dari penelitian ini adalah : Mempelajari pengaruh laju alir gas N2 pada perengkahan katalitik asam oleat berbasis minyak sawit menjadi fraksi kerosene dan mempelajari pengaruh suhu pada perengkahan
katalitik asam oleat berbasis minyak sawit menjadi fraksi kerosene Proses perengkahan asam oleat berbasis minyak sawit dilakukan dalam mikro reaktor unggun tetap pada berbagai suhu dan laju alir umpan pada tekanan 1 atm. Hasil yang diperoleh dari proses perengkahan dianalisa dengan gas kromatografi (GC) FID jenis kolom poraplot Q untuk produk fase cair Penelitian dilakukan dengan memanaskan asam oleat dalam tangki umpan sampai suhu 3600C dan reaktor pada suhu (370-500)0C dan kedalam tangki dialiri gas N2 sebagai gas pembawa dengan laju alir (90-180) ml/menit. Uap asam oleat dan gas N2 mengalir masuk kedalam reaktor unggun tetap yang dilapisi dengan elemen pemanas dan berisi katalis 0,6 gram. Reaksi perengkahan dilakukan selama 75 menit. Batas waktu tambat untuk fraksi kerosene sesuai dengan kromatogram adalah 12,6 – 17,5 menit, hasil analisa untuk kerosin komersial untuk suhu 4500C dan laju alir gas N2 155.28 ml/menit dari kromatogram % area fraksi, fraksi kerosin 27.2645 % .
Kata Kunci : Minyak Kelapa Sawit, kerosene, reaktor unggun tetap

Silahkan download jurnal ini : Disini

PENGARUH METODE PENCUCIAN PADA PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JARAK PAGAR

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pencucian terhadap kualitas biodiesel yang dihasilkan dari minyak jarak pagar melalui proses transesterifikasi dan mendapatkan sifat-sifat fisika dan
kimia dari biodiesel tersebut yang memenuhi standard ASTM 6751Variabel penelitian yang digunakan adalah metode pencucian (Aerasi, spray, dan pengadukan); lamanya waktu yang dipakai untuk tiap metode ( 0 jam;0.5 jam; 1 jam; 2 jam dan 4 jam). Percobaan dilakukan dalam labu gelas yang kapsitas 1 liter yang dilengkapi dengan waterbath dengan pengendali suhu. Kemudian melarutkan katalis kedalam methanol, dilanjutkan dengan proses transestrifikasi yaitu dengan mereaksikan campuran metanol dengan minyak jarak pagar yang sudah dipanaskan terlebih dahulu sesuai variabel, selama 1 jam pada suhu variabel. Hasil reaksi didiamkan sampai membentuk dua lapisan. Lapisan yang atas merupakan metil ester asam lemak sedangkan lapisan yang bawah merupakan gliserol. Kemudian memisahkan lapisan atas dari lapisan bawah lalu mencuci lapisan metil ester asam lemak dengan air dengan metode sesuai dengan variabel. Ethyl ester yang terbentuk kemudian dianalisa di Laboratorium PT Pertamina UPPS V. Hasil penelitian menunjukkan methode pencucian tidak berpenguruh secara signifikan pada sifat-sifat biodiesel, tetapi waktu pencucian cukup berpengaruh.
Kata kunci : Biodiesel, metode pencucian, minyak jarak pagar

Silahkan download jurnal ini : Disini

KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA NATRIUM BENZOAT DENGAN AIR DALAM KOLOM ISIAN

Perpindahan massa padat cair sangat penting dan sangat luas penerapannya dalam berbagai proses teknik kimia baik yang disertai rekasi kimia maupun yang tidak disertai reaksi kimia seperti halnya pada pelarutan; distilasi maupun pada ekstraksi .Penelitian ini mencari koefisien perpindahan massa (kla) antara natrium benzoate dengan air dalam kolom isian ( sistem sirkulasi pipa) dengan tinggi unggun :3cm; 4cm; 5cm; 7cm;9cm dan laju alir : 4,29cm3/dtik; 5,3cm3/detik; 6,16cm3/detik; 7,62cm3/detik; 9,05cm3/detik. Dengan menetapkan diameter kolom: 3,2 cm dan diameter partikel ( Natrium benzoate) : 0,22mm.Selain itu penelitian ini bertujuan membuat model matematis yang dipengaruhi oleh peubah diatas dan berlaku secara umum sehingga berguna dalam perancangan alat.

Kata Kunci : Air; koefisien perpindahan; kolom isian; natrium benzoate.

Silahkan download jurnal ini : Disini

SIMULASI ALIRAN GAS-SOLID-LIQUID DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

Karakteristik hidrodinamika pada pencampuran gas-solid-liquid dalam bioreaktor membran terendam (BRMt) dan pengaruhnya terhadap transfer massa dipelajari secara komputasional pada berbagai konsentrasi solid, rate gas masuk, dan jarak bafel. Metode komputasional dilakukan dengan menggunakan software GAMBIT 2.1.6. untuk pembuatan grid yang merupakan domain perhitungan dan melakukan simulasi dengan software CFD FLUENT 6.2.16. Hasil perhitungan yang diperoleh setelah iterasi mencapai tingkat konvergensi tertentu. Aliran multifase dalam reaktor disimulasikan dengan mixture model, sedangkan untuk memodelkan karakteristik aliran turbulen digunakan standar k-Δ model. Sistem geometri yang dipelajari adalah bioreaktor berbentuk kotak berdasar datar, 2 buah bafel, membran hollow fiber terendam dan lubang udara di dasar reaktor. Untuk pemodelan membran digunakan dua pendekatan yaitu membran sebagai black box dan membran sebagai porous media. Liquid yang digunakan adalah air, dengan lumpur aktif sebagai solid, dan udara sebagai fase gas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem gas-solid-liquid dengan letak bafel terdekat dari membran, menyebabkan proses dispersi liquid semakin cepat, sehingga fluida dalam tangki tercampur dengan sempurna dan dapat meningkatkan laju transfer massa gas-liquid dan fluks pada BRMt.
Peningkatan konsentrasi solid tidak berpengaruh terhadap perubahan laju transfer massa gas-liquid dan fluks, tetapi kenaikan laju udara dapat menaikkan laju transfer massa gas-liquid dan fluks. Pendekatan porous media memberikan hasil prediksi distribusi gas hold up yang lebih merata dibandingkan dengan pendekatan black box. Letak bafel 9 cm dari dinding tangki merupakan posisi terbaik ditinjau dari keseimbangan antara udara yang mengalir dengan aliran fluida yang bersirkulasi. Ditinjau dari distribusi solid, BRMt dengan double inlet lebih baik dibandingkan dengan single inlet. Fluks yang diperoleh tidak menunjukkan perbedaan secara
signifikan. Dari kedua pendekatan model membran, membran sebagai porous media memberikan hasil simulasi yang lebih mendekati hasil eksperimen.
Kata kunci: BRMt, hidrodinamik, simulasi CFD, gas-solid-liquid

Silahkan download jurnal ini : Disini

ANALISIS PERENCANAAN TENAGA KERJA DI PERUSAHAAN REDRYING TEMBAKAU DENGAN PENDEKATAN LINEAR PROGRAMMING

Perencanaan tenaga kerja merupakan kegiatan penentuan jumlah dan jenis tenaga kerja yang diperlukan oleh
suatu organisasi untuk masa yang akan datang. Oleh karena itu perencanaan tenaga kerja adalah serangkaian
kegiatan yang berkaitan dengan peramalan kebutuhan tenaga kerja di masa datang pada suatu organisasi, meliputi penyediaan tenaga kerja baru dan pendayagunaan yang sudah tersedia. Atau dengan kata lain menentukan gerakan tenaga kerja yang ada dari posisi saat ini menuju posisi yang diinginkan di masa datang. Dalam penelitian ini dilakukan penghitungan dan analisis tentang perencanaan tenaga kerja pada perusahaan redrying tembakau yang akan melakukan perubahan internal yaitu melakukan pemasangan mesin baru dengan memperhatikan beberapa kebijakan dan tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan. Metode yang digunakan adalah linear programming, sedangkan proses yang dijalankan adalah menentukan dan mendefinisikan variabel keputusan kemudian dinyatakan dalam simbol matematis, membangun model matematis yang diarahkan pada formulasi linear programming kemudian menghitung fungsi obyektif untuk masing-masing tujuan yaitu meminimumkan redundancy dan meminimumkan biaya dimana dalam penghitungan ini digunakan bantuan software komputer QM for windows version 2.2, software untuk metode kuantitatif, management science atau riset operasi. Dari hasil perhitungan dan analisis terlihat bahwa
perencanaan tenaga kerja dengan kebijakan untuk meminimumkan redundancy dan kebijakan untuk meminimumkan biaya menghasilkan perbedaan hasil perhitungan yang cukup signifikan.
Kata kunci: Perencanaan tenaga kerja (manpower planning), linear programming

Silahkan download jurnal ini : Disini


YELLOW SWEET POTATO STARCH HYDROLYSIS INTO GLUCOSE ENZYMATICALLY

Glucose is a monosaccharide found in many fruits, and plants obtained through a process using enzyme hydrolysis of starch saccharide. Sweet potato starch Hydrolisis run with three neck flask equipped with a stirrer. In Liquifikasi stage, three-neck flask is inserted into the starch solution which has been set temperature and the pH was added HCI and in the heat, then added α-amylase enzyme in a certain time. Saccharification second stage, where the results liquification cooled, set the temperature and pH on certain conditions. Then added enzyme giukoamilase by volume according to the specified variable, and incubated at a given time. At a certain time interval was taken a few examples of the analyzed samples will be analyzed glucose levels Process behavior observed in this study were changes in temperature, hydrolysis time and the addition of enzymes, the best hydrolysis results obtained at 60 ° C, pH 4.5 and the addition of 0.7 ml of glucoamylase and time hydrolysis 5 days with glucose levels reaching 5 , 65% and conversion yield of 66.8% and 22.59%.
Key words: Sweet Potato Starch, Liquificationi, saccharifictsion, glucose, α-amylase enzyme

Silahkan download jurnal ini : Disini

Kamis, 24 Januari 2013

EKSTRAKSI DAN STABILITAS WARNA UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.,) SEBAGAI PEWARNA ALAMI

Pewarna sintetis pada makanan kurang aman untuk konsumen karena mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh sebab itu perlu ditingkatkan pencarian alternatif sumber pewarna alami. Zat pewarna alami yang berpotensi untuk diekstrak adalah antosianin dari ubu jalar ungu. Antosianin adalah pigmen yang sifatnya polar dan akan larut dengan baik dalam pelarut-pelarut polar. Oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi antosianin dengan pelarut campuran air, ethanol dan asam asetat dengan perbandingan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan utuk mencari perbandingan pelarut (campuran air, ethanol dan asam asetat) yang tepat untuk ekstraksi antosianin dari ubi jalar ungu dan mengetahui stabilitas warna ungu pigmen antosianin yang dihasilkan.Penelitian terdiri dari dua tahap yaitu tahap I adalah ekstraksi zat warna ungu dari ubi jalar ungu dengan pelarut campuran air, ethanol dan asam asetat (5:1:25; 10:1:20; 15:1:15; 20:1:10 dan 25:1:5). Penelitian tahap I ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 3 kali ulangan, uji lanjut yang digunakan Uji Duncan (DMRT). Penelitian tahap II. Stabilitas pigmen antosianin ubi jalar ungu terhadap pengaruh pH, kadar gula, kadar garam, lama pemanasan, suhu pemanasan dan aplikasi untuk pembuatan jelly karagenan dan agar-agar. Hasil penelitian tahap I menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada perlakuan perbandingan air : asam asetat : ethanol = 5 : 1 : 25 dengan pH pelarut 6,80 dan polaritas 32,77 menghasilkan ekstrak warna dari ubi jalar ungu (konsentrasi antosianin) tertinggi yaitu 1,3170 mg/100 gr. Hasil penelitian tahap II, menunjukkan bahwa ekstrak warna dari ubi jalar ungu lebih stabil pada kondisi pH asam dari pada pH basa, masih stabil pada kadar gula sampai 50%; kadar garam sampai 8%; terjadi penurunan stabilitas pada pemanasan sampai suhu 80ÂșC, namun stabil pada suhu yang lebih tinggi; terjadi penurunan stabilitas pada lama pemanasan sampai 60 menit, namun stabil pada waktu yang lebih lama, tetap stabil untuk diaplikasikan pada pembuatan jelly dan agar-agar.
Kata Kunci : Ekstraksi, antosianin, ubi jalar ungu, stabilitas warna

Silahkan download jurnal ini : Disini

KAJIAN PENURUNAN Ca DAN Mg DALAM AIR LAUT MENGGUNAKAN RESIN (DOWEX)

Garam merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari, dimana bahan bakunya adalah air laut. Dari segi kualitas, produk dalam negeri khususnya garam untuk kebutuhan konsumsi masih belum memenuhi persyaratan kesehatan, terutama garam yang dihasilkan dari petani garam. Penelitian kali ini menggunakan metode Ion Exchange. Air laut ditampung dalam bak penampung influen kemudian dipompa ke tangki stabiliser lalu ditampung dalam bak penampung lalu dialirkan ke kolom resin. Dalam kolom ini digunakan resin kation asam kuat jenis Dowex – 50 seberat 1000 gr. Adanya ion H+ dalam resin ini dapat digunakan untuk mengikat ion Ca2+ dan Mg2+ pada air laut. Air laut yang keluar dari kolom resin ditampung dalam bak penampung enfluen, diambil setiap jam sampai jam ke-5 dan kemudian hasil yang
diperoleh dianalisa. Adapun variabel yang digunakan adalah waktu pengaliran air laut dan kecepatan aliran. Penurunan kadar Ca2+ yang relatif baik terjadi pada kecepatan aliran 5lt/jam, jam ke-5 dengan persen penurunan sebesar 53,11%. Sedangkan penurunan kadar Mg2+ terjadi pada kecepatan aliran 10 lt/jam, jam ke-5 diperoleh 43,69%. Koefisien selektivitas ion Ca2+ terbaik diperoleh sebesar 1,75.10-3 Koefisien selektivitas ion Mg2+ terbaik diperoleh sebesar 4,76.10-2.
Kata Kunci : Air laut, resin Dowex. Penukar ion

Silahkan download jurnal ini :Disini

PEMISAHAN ION NATRIUM (Na) DAN MAGNESIUM (Mg) DALAM BITTERN (BUANGAN) INDUSTRI GARAM DENGAN MEMBRAN ELEKTRODIALISIS

Pemisahan mineral yang terkandung dalam Bittern (mengandung kadar garam rendah) dapat menggunakan membran elektrodialisis. Dipilih membran elektrodialisis karena dalam beberapa literature diperoleh data, bahwa untuk kandungan garam yang rendah elektrodialisis dapat menghasilkan produk yang cukup jernih. Sehingga mineral yang terkandung dalam Bittern dapat terpisah dan dimanfaatkan secara optimal. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa hasil terbaik untuk ion Natrium (Na) diperoleh pada konsentrasi umpan sebesar 21.425,90 ppm, voltage kuat arus sebesar 2,8 Volt dengan waktu selama 30 menit dan % Rejeksi yang diperoleh sebesar 78,43% , sedang untuk ion Magnesium (Mg) diperoleh pada konsentrasi umpan sebesar 15.795,30 ppm, voltage kuat arus sebesar 2,5 Volt dengan waktu selama 150 menit dan % Rejeksi yang diperoleh sebesar 97,02.%.
Kata kunci : membran, kation, anion, voltage, elektrodialisis

Silahkan download jurnal ini : Disini

HIDROLISIS BATANG PADI DENGAN MENGGUNAKAN ASAM SULFAT ENCER

Glukosa biasa diketahui sebagai sumber energi bagi organisme. Fermentasi glukosa dapat menghasilkan banyak produk – produk yang berguna seperti ethanol, yang dapat digunakan sebagai sumber energi yang dapat diperbarui, menggantikan bahan bakar bensin. Glukosa dapat diambil dari berbagai macam bahan makanan seperti puhung, yam, rumput, gandum, kentang, jagung, dan lain lain.Bahan makanan tersebut mengandung polisakarida yang dapat dihidrolisa menjadi glukosa. Jerami adalah salah satu bahan limbah alami dengan kandungan selulosa tinggi yang dapat digunakan untuk memproduksi glukosa untuk mengatasi kebutuhan bahan pangan yang semakin meningkat. Di dalam penelitian ini asam encer hasil hidrolisa jerami diteliti menggunakan slurry yang memiliki konsentrasi 30% w/v. Efek dari temperatur (70,85,100oC),
konsentrasi asam sulfur (0,3; 0,6; 0,9%v/v) dan ukuran partikel dari jerami (8,10,20 mesh) pada pengurangan hasil gula diobservasi. Pada penelitian ini, hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan dari temperature akan meningkatkan konsentrasi akhir pengurangan gula. Penurunan ukuran partikel dari jerami akan meningkatkan konsentrasi pengurangan gula. Konsentrasi asam sulfur yang semakin tinggi akan meningkatkan konsentrasi pengurangan gula. Kondisi maksimal yang didapat dari penelitian ini untuk temperatur adalah 100oC, konsentrasi asam sulfur 0,9%v/v dan ukuran jerami adalah 20 mesh (0,841 mm). Kondisi ini akan menghasilkan 1,1583 gram/liter konsentrasi akhir pengurangan gula dengan 38,61 mg/g hasil.
Kata kunci : Hidrolisis, glukosa, batang padi, Lignoselulosa, asam encer

Silahkan download jurnal ini : Disini

Solubilitas Gas CO2 dalam Larutan Potassium Karbonat

Karbon dioksida (CO2) adalah suatu gas yang dihasilkan dari sumber alam khususnya pada gas alam. Absorpsi dengan larutan potassium karbonat merupakan salah satu metode pengurangan kadar CO2 pada industri. Oleh karena itu diperlukan suatu data kesetimbangan atau solubilitas CO2 dalam larutan potassium karbonat untuk meningkatkan kinerja proses absorpsi. Pada penelitian ini dilakukan eksperimen dengan menggunakan wetted wall column sebagai absorber dari berbagai konsentrasi potassium karbonat: 10, 15, 20, 25 dan 30 %massa dan suhu operasi 30,40, 50 dan 60 °C. Analisa dilakukan dengan menggunakan pH meter dan titrasi. Perhitungan estimasi menggunakan persamaan kesetimbangan uap-cair dan reaksi kimia dengan model ENRTL. Hasil penelitian menunjukkan penurunan jumlah mol CO2 yang terlarut dengan naiknya suhu dan konsentrasi larutan potassium karbonat. Perbandingan hasil estimasi dengan hasil eksperimen menunjukkan sedikit perbedaan dan profilnya cenderung sama.
Kata Kunci : solubilitas CO2, kesetimbangan uap-cair, model ENRTL

Silahkan download jurnal ini : Disini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes